Monday, August 17, 2009

MELIHAT KEIKHLASAN KITA

AGAMA mengajarkan bahwa semua ibadah hendaknya dilakukan semata-mata ikhlas karena Allah (QS Al-An’am, 6:162-163). Karena hanya dengan niat yang terikhlaslah, akan terjamin kemurnian ibadah yang akan membawa pelaksanaannya dekat kepada Allah. Tanpa adanya keikhlasan hati, mustahil ibadah akan diterima Allah (QS Al-Bayyinah, 98:5)

Al-Nasafi berkata: “Allah melihat segala amalanmu sama ada banyak atau sedikit serta mengetahui niatmu sama ada riak atau ikhlas. Oleh sebab dengan ini dari satu aspek yang menjadi tontonan mata kasar dan mata hati dan segala yang disebut di dalamnya juga dikembalikan kepada Allah Yang Maha Melihat dan Mengetahui segala apa yang ada di sebalik segala yang nyata”.

Wahai orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan (pahala amal) sedekah kamu dengan menyebut-nyebut dan menyakiti perasaan si penerima seperti orang yang membelanjakan hartanya kerana riak kepada manusia, dan tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat. Maka bandingan orang itu ialah batu licin yang ada tanah di atasnya, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu ditinggalkannya bersih licin. Mereka tidak mendapat sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. [Al-Baqarah, Ayat : 264]

Ikhlas, suatu kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kaum muslimin. Sebuah kata yang singkat namun sangat besar maknanya. Sebuah kata yang seandainya seorang muslim terhilang darinya, maka akan rosak dan hancurlah kehidupannya, baik kehidupan dunia apatah lagi kehidupannya di akhirat kelak. Ya itulah dia, sebuah keikhlasan. Amal seorang hamba tidak akan diterima jika amal tersebut dilakukan tidak ikhlas karena Allah.
Allah berfirman yang artinya, “Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya.” (Qs. Az Zumar: 2)

Keikhlasan merupakan syarat diterimanya suatu amal perbuatan di samping syarat lainnya yaitu mengikuti tuntunan Rasulullah s.a.w. Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Perkataan dan perbuatan seorang hamba tidak akan bermanfaat kecuali dengan niat (ikhlas), dan tidaklah akan bermanfaat pula perkataan, perbuatan dan niat seorang hamba kecuali yang sesuai dengan sunnah (mengikuti Rasulullah s.a.w)”

Apakah yang dikatakan Ikhlas sebenarnya ?

Banyak para ulama yang memulai kitab-kitab mereka dengan membahas permasalahan niat (dimana hal ini sangat erat kaitannya dengan keikhlasan), di antaranya Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya, Imam Al Maqdisi dalam kitab Umdatul Ahkam, Imam Nawawi dalam kitab Arbain An-Nawawi dan Riyadhus Shalihin-nya, Imam Al Baghowi dalam kitab Masobihis Sunnah serta ulama-ulama lainnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keikhlasan tersebut. namun, apakah sesungguhnya makna dari ikhlas itu sendiri ?

Yang dimaksud dengan keikhlasan adalah ketika engkau menjadikan niatmu dalam melakukan suatu amalan hanyalah karena Allah semata, engkau melakukannya bukan karena selain Allah, bukan karena riya (ingin dilihat manusia) ataupun sum’ah (ingin didengar manusia), bukan pula karena engkau ingin mendapatkan pujian serta kedudukan yang tinggi di antara manusia, dan juga bukan karena engkau tidak ingin dicela oleh manusia. Apabila engkau melakukan suatu amalan hanya karena Allah semata bukan karena kesemua hal tersebut, maka ketahuilah itu berarti engkau telah ikhlas. Fudhail bin Iyadh berkata, “Beramal karena manusia adalah syirik, meninggalkan amal karena manusia adalah riya.”

Maka kita akan bertanya,”Dalam Hal Apa Aku Harus Ikhlas”? Sebahagian manusia menyangka bahwa yang namanya keikhlasan itu hanya ada dalam perkara-perkara ibadah semata seperti sholat, puasa, zakat, membaca al qur’an , haji dan amal-amal ibadah lainnya. Namun ketahuilah bahwa keikhlasan harus ada dalam amalan-amalan yang berhubungan dengan muamalah. Ketika kita tersenyum terhadap saudara kita, kita harus ikhlas. Ketika mengunjungi saudara kita, kita harus ikhlas. Ketika meminjamkan saudara kita barang yang dia harapkankan, kita pun harus ikhlas. Tidaklah kita lakukan itu semua kecuali semata-mata karena Allah, kita tersenyum kepada saudara kita bukan karena agar dia berbuat baik kepada kita, tidak pula kita pinjamkan atau membantu saudara kita agar kelak suatu ketika nanti ketika kita mengharapkan sesuatu maka kita pun akan dibantu olehnya atau tidak pula kerana kita takut dikatakan sebagai orang yang pelik. Maka jadikanlah semua amal tersebut karena Allah.

Rasulullah s.a.w bersabda: “Ada seorang laki-laki yang mengunjungi saudaranya di kota lain, maka Allah mengutus malaikat di perjalanannya, ketika malaikat itu bertemu dengannya, malaikat itu bertanya, “Hendak ke mana engkau ?” maka dia pun berkata “Aku ingin mengunjungi saudaraku yang tinggal di kota ini.” Maka malaikat itu kembali bertanya “Apakah engkau memiliki suatu kepentingan yang menguntungkanmu dengannya ?” orang itu pun menjawab: “Tidak, hanya saja aku mengunjunginya karena aku mencintainya karena Allah, malaikat itu pun berkata “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk mengabarkan kepadamu bahwa sesungguhnya Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu itu karena-Nya.” (HR. Muslim)

Melihat kepada hadits ini, tidaklah orang ini mengunjungi saudaranya tersebut kecuali hanya karena Allah, maka sebagai balasannya, Allah pun mencintai orang tersebut. Tidakkah engkau ingin dicintai oleh Allah?

Dalam hadits lain, Rasulullah s.a.w bersabda, “Tidaklah engkau menafkahi keluargamu yang dengan perbuatan tersebut engkau mengharapkan wajah Allah, maka perbuatanmu itu akan diberi pahala oleh Allah, bahkan sampai sesuap makanan yang engkau letakkan di mulut istrimu.” (HR Bukhari Muslim)

Renungkanlah sabda baginda, bahkan “hanya” dengan sesuap makanan yang seorang suami letakkan di mulut isterinya, apabila dilakukan ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberinya pahala. Bagaimana pula dengan pengabdianmu terhadap orang yang engkau lakukan ikhlas karena Allah? bukankah itu semua akan mendapat ganjaran dan balasan pahala yang lebih besar? Sungguh merupakan suatu keberuntungan yang terlalu amat besar seandainya kita dapat menghadirkan keikhlasan dalam seluruh gerak-gerik kita.

Sesungguhnya yang diwajibkan dalam amal perbuatan kita bukanlah banyaknya amal namun tanpa keikhlasan. Amal yang dinilai kecil di mata manusia, apabila kita melakukannya ikhlas karena Allah, maka Allah akan menerima dan melipat gandakan pahala dari amal perbuatan tersebut. Abdullah bin Mubarak berkata, “Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar karena niat, dan betapa banyak pula amal yang besar menjadi kecil hanya karena niat.”
Rasulullah s.a.w bersabda: “Seorang laki-laki melihat dahan pohon di tengah jalan, ia berkata: Demi Allah aku akan singkirkan dahan pohon ini agar tidak mengganggu kaum muslimin, Maka ia pun masuk surga karenanya.” (HR. Muslim)

Betapa kecilnya amalan yang dia lakukan, namun hal itu sudah cukup bagi dia untuk mendapat surga karenanya. Dalam hadits lain Rasulullah s.a.w. bersabda: “Dahulu ada seekor anjing yang berputar-putar mengelilingi sumur, anjing tersebut hampir-hampir mati karena kehausan, kemudian hal tersebut dilihat oleh salah seorang pelacur dari bani israil, ia pun mengisi sepatunya dengan air dari sumur dan memberikan minum kepada anjing tersebut, maka Allah pun mengampuni dosanya.” (HR Bukhari Muslim)

Subhanallah, seorang pelacur diampuni dosanya oleh Allah hanya karena memberi minum seekor anjing, betapa remeh perbuatannya di mata manusia, namun dengan hal itu Allah mengampuni dosa-dosanya. Maka bagaimanakah pula apabila seandainya yang dia tolong adalah seorang muslim? Dan sebaliknya amal perbuatan yang besar nilainya, seandainya dilakukan tidak ikhlas, maka hal itu tidak akan berfaedah baginya. Dalam sebuah hadits dari Abu Umamah Al Bahili, dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan pahala dan agar dia disebut-sebut oleh orang lain?” maka Rasulullah pun menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Orang itu pun mengulangi pertanyaannya tiga kali, Rasulullah pun menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Kemudian beliau berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali apabila amalan itu dilakukan ikhlas karenanya.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Nasai). Dalam hadits ini dijelaskan bahwa seseorang yang dia berjihad, suatu amalan yang sangat besar nilainya, namun dia tidak ikhlas dalam amal perbuatannya tersebut, maka dia pun tidak mendapatkan balasan apa-apa.

Apakah buah yang akan didapatkan oleh orang yang ikhlas?. Seseorang yang telah beramal ikhlas karena Allah (di samping amal tersebut harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah s.a.w), maka keikhlasannya tersebut akan mampu mencegah setan untuk menguasai dan menyesatkannya. Allah berfirman tentang perkataan Iblis laknatullah alaihi yang artinya: Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.” (Qs. Shod: 82-83).

Buah lain yang akan diperolehi oleh orang yang ikhlas adalah orang tersebut akan Allah jaga dari perbuatan maksiat dan kejelekan, sebagaimana Allah berfirman tentang Nabi Yusuf yang artinya “Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang ikhlas. “ ( Qs. Yusuf : 24). Pada ayat ini Allah mengisahkan tentang penjagaan Allah terhadap Nabi Yusuf sehingga beliau terhindar dari perbuatan keji, padahal faktor-faktor yang mendorong beliau untuk melakukan perbuatan tersebut sangatlah kuat. Akan tetapi karena Nabi Yusuf termasuk orang-orang yang ikhlas, maka Allah pun menjaganya dari perbuatan maksiat. Oleh yang demikian apabila kita sering dan berulang kali terjatuh dalam perbuatan kemaksiatan, ketahuilah sesungguhnya hal tersebut diakibatkan tidak adanya keikhlasan di dalam diri kita, maka suluhlah diri dan perbaikilah niat kita selama ini, semoga Allah menjaga kita dari segala kemaksiatan dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang ikhlas.

Allah menjadikan manusia untuk beribadah dan memperhambakan diri kepadaNya. Ini jelas dari firman Allah s.w.t. yang bermaksud "Tidak aku menjadikan manusia dan jin kecuali untuk beribadah kepadaku".

Keikhlasan beribadah seseorang kepada Allah adalah bertolak dari niat seseorang itu mengerjakan ibadah tersebut. Ini jelas sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah di dalam hadisnya yang bermaksud: "Sesungguhnya segala perbuatan yang dilakukan itu dengan niat dan sesungguhnya tiap-tiap manusia apa yang diniatkannya maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasulnya dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ia ingin memperolehinya atau kepada perempuan yang hendak dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang ia inginkan".

Ibadat itu perlu kepada keikhlasan sebagaimana ibadat-ibadat lain yang dikerjakan kerana keikhlasan hati dalam mengerjakan ibadah adalah menjadi syarat penerimaan ibdah itu oleh Allah s.w.t. Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. Maksudnya: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kamu, Dan harta kamu dan sesungguhnya Allah melihat kepada hati dan amal ibadah kamu." Dengan ini jelas Allah melihat hati manusia untuk menilai dan menentukan amal ibadat yang sebenarnya.

Sesungguhnya ikhlas itu roh atau jiwa sesuatu amalan. Sesungguhnya sesiapa yang beramal tanpa keikhlasan di dalamnya maka amalan yang ditunaikan itu tiada mempunyai roh dan tidak diterima. Sabda Rasulullah s.a.w. Maksudnya: "Allah tidak menerima amalan melainkan amalan yang dikerjakan dengan tulus dan ikhlas baginya dan bertujuan mendapat keredaanNya"

Ia juga merupakan landasan yang kukuh di atas mana-mana orang yang melaksanakan bermacam-macam amal dan tugas kebaikan dan sifat keikhlasan itulah pokok segala kebahagiaan. Sesuatu kerja yang tidak keluar dari hati yang ikhlas nescaya tidak menghasilkan buah bahkan mungkin akan merugikan kepada diri sendiri. Orang yang bekerja tanpa keikhlasan dia bekerja hanya untuk lahir sahaja lupa kepada tujuan dan matlamat dia bekerja sedang tiap-tiap amal tanpa ikhlas pasti tidak menghasilkan pahala di sisi Allah.

Orang yang tidak mempunyai keikhlasan hati bererti tidak yang berdiri di tempat gelap tidak mempunyai lampu cahaya untuk meneranginya, tidak mempunyai sayap untuk terbang tinggi, dia bekerja hanya untuk dorongan hawa nafsu sahaja. Cara yang demikian menjatuhkan tuannya ke lembah kebinasaan dan kehinaan. Tuhan memerintahkan kita semua beramal dan beribadat dengan keikhlasan hati. Segala pengabdian diri terhadap Allah hendaklah dilakukan seikhlas-ikhlasnya dengan penuh kebenaran, keadilan, kebijaksanaan dan kesabaran. Dalam surah yang lain Allah menerangkan maksudnya: "Tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk berbakti memperhambakan diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan”.

Oleh yang demikian jelaslah kita bahawa Allah memerintahkan kita semua supaya mengabdikan diri kita kepadaNya dengan tulus ikhlas dengan erti kata kita kerjakan sesuatu amalan, sesuatu kerja kerana Allah bukan sekali-kali kerana sesuatu atau seseorang yang lain lebih-lebih lagi kerana sesuatu ganjaran kebendaan.

Syeikh Al Khushairi seorang pengasas Tasauf menerangkan bahawa ikhlas itu ialah mengerjakan ibadah kerana ingin memperdekatkan diri kepada Allah s.w.t. bukan kerana untuk mencari kesayangan orang atau sesuatu hal yang lain selain daripada mengtakarufkan diri kepada Allah Tuhan yang menjadikan kita.

Sifat keikhlasan hati itulah yang menjadi pedoman kepada seseorang di dalam pekerjaan atau perkhidmatan. Ianya merupakan alat yang menyampaikan cita-cita yang mulia. Orang yang bekerja dengan penuh keikhlasan hatinya tentunya tidak mudah patah atau putus harapan di tengah jalan. Tidak mudah putus asa, dia tidak akan puas hati sebelum pekerjaan yang dilaksanakannya itu berhasil sepenuhnya. Mereka di dalam bekerja teguh pendirian kuat hemah dan kemahuan, dia tidak akan tersinggung hati lantaraan celaan dan kritikan orang lain. Tidak sombong kerana menerima pujian, tidak bangga kerana dinaikkan pangkat atau mendapat harta yang banyak dan kedudukan yang baik malahan orang yang bekerja dengan ikhlas tetap terus berusaha hingga tercapai yang dicita-citakan dan tidak akan memberhentikan kerja itu walaupun akan menghadapi rintangan, halangan dan menempuh pengorbanan yang besar kerana mereka mengharapkan keredaan Allah yang tidak ada batasannya.

Dalam hubungan ini Hujjatul Islam Imam Ghazali ada berkata : "Manusia semuanya mati kecuali yang masih hidup adalah orang yang berilmu tetapi umumnya orang yang berilmu itu sedang nyenyak tertidur kecuali yang jaga adalah orang yang berilmu dan beramal. Tetapi orang yang beramal itu pula sering tergoda atau terpedaya kecuali yang tidak terpedaya hanya orang yang ikhlas tetapi ingatlah bahawa ikhlas itu berada di dalam keadaan yang amat sulit ibarat telur di hujung tanduk"

Demikian caranya Imam Ghazali memberikan gambaran yang tepat terhadap sifat yang ikhlas itu dan kita harus yakin bahawa suatu amal yang dikerjakan dengan ikhlas ujudnya akan kukuh dan mestipun amal itu terpaksa juga tumbang kerana dilanda zaman tetapi kesannya tetap abadi. Oleh kerana itu sifat ikhlas di dalam beribadah amat penting dan dia merupakan senjata yang tidak luntur bagi menghadapi gangguan yang lahir dari syaitan sebagaimana firman Allah s.w.t. Maksudnya: "Iblis berkata wahai tuhanku oleh sebab engkau telah memutuskan aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang perbuatan baik di muka bumi ini dan pasti aku akan menyesatkan mereka kecuali hamba-hambaMu yang mengerjakan amal ibadat dengan penuh keikhlasan.

Untuk dijadikan contoh mengenai ikhlas ini marilah kita meninjau satu riwayat cerita di dalam hadis Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah bererti:
"Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda bahawasanya manusia yang pertama dipanggil untuk diadili di hari kiamat ialah orang yang mati syahid. Dia datang kepada Allah TuhanNya sambil dia sendiri telah mengetahui nekmat apa yang akan diterimanya. Allah bertanya kepadanya apakah amal kamu? "Jawabnya aku berperang untukmu hingga aku mati syahid". Allah berkata kepadanya "engkau bohong, engkau berperang agar manusia mengatakan engkau seorang gagah, berani dan engkau sudah dikatakan begitu sebagaimana yang engkau kehendaki. Kemudian orang itu dihela masuk ke neraka.

Adapun yang menuntut ilmu dan telah mengajar pula serta menjadi pembaca Al-Quran, orang ini dibawa ke pengadilan Tuhan di hari kiamat sedang dia sendiri telah mengetahui nikmat yang akan diterimanya. Dihadapan Tuhan ditanya apa amalmu jawabnya "aku banyak membaca Al Quran" Berfirman Allah kepadanya engkau bohong! Engkau menuntut ilmu itu agar dikatakan orang engkau seorang yang alim, engkau membaca Al-Quran itu supaya dikatakan orang seorang Qari dan yang demikian itu telah engkau dikatakan orang kemudian orang itu pun dihela masuk ke dalam neraka.

Adapun seorang lelaki yang telah mendapat kelapangan rezeki sebahagian hartanya dibahagikan kepada orang lain kemudian orang itu pun dibawa menghadap Allah untuk dibicarakan dan dia sendiri telah mengetahui nikmat yang akan diterimanya. Di hadapan Allah dia ditanya apa kerjamu dia menjawab "aku telah membelanjakan hartaku kepada jalan yang engaku redai dan itu telah aku kerjakan kerana engkau". Allah telah berfirman kepadanya engkau berbohong engkau berbuat demikian itu adalah supaya dikatakan orang engkau seorang pemurah sedangkan yang demikian itu telah dikatakan orang kemudian orang itu pun dihela masuk ke dalam api neraka. Demikianlah riwayat hadis tiga jenis orang beramal tidak ikhlas. Amalan mereka ditolak tidak diterima oleh Allah dan akibatnya mereka dicampakkan ke dalam api neraka.

Kesimpulan apa yang telah diperkatakan tadi ialah bahawa beramal dan beribadah perlu kepada keikhlasan dan kejujuran dan untuk menjadikan amalan itu agar kekal abadi sempurna lahir dan batin perlulah kita lakukan segala amalan dengan tulus dan ikhlas semata-mata kerana Allah Taala tanpa mengira waktu dan mudah-mudahan dapat diterima oleh Allah s.w.t. dan dapat meningkatkan ketaqwaan kita kepadaNya.

Friday, July 31, 2009

I AM NOT ALONE

Another day has gone. I am still alone. How could this be, you're not here with me. You never say goodbye. Someone tell me why did you have to go and leave my world so cold. Everyday I sit and ask myself how did love slip away. Something whispers in my ear and says that you're not alone. For I am here with you. Though you far away I am here to stay. But you're not alone for I am here with you, though we're far apart, you're always in my heart. But you're not alone. Just the other night, I thought I heard you cry. Asking me to come and hold you in my arms. I can hear your prayers. Your burdens I will bear. But first I need your hand, then forever can begin.

Wednesday, July 29, 2009

TINDAKAN YANG PERLU BERTERUSAN BUKAN BERMUSIM

PUTRAJAYA: Kementerian Dalam Negeri (KDN) mengarahkan bilik operasi bagi membanteras jenayah jalanan seperti diperincikan dalam Bidang Keberhasilan Utama Negara (NKRA) diwujudkan di Bukit Aman dan kementerian. Selaras dengan usaha menggembleng tenaga semua pihak termasuk rakyat dalam membanteras jenayah berkenaan pula, KDN meminta orang ramai memberikan maklumat mengenai ‘kawasan panas’ kepada pihak berkuasa, terutama kejadian ragut, supaya tindakan dapat diambil segera. Menterinya, Datuk Seri Hishammuddin Hussein, berkata selain disalurkan terus kepada polis, orang ramai juga boleh memberikan maklumat menerusi portal KDN.

"Saya fikir jenayah jalanan ini adalah penting untuk kita mengenal pasti ‘hot spot’ yang tepat. Tumpuan khusus kepada jenayah ragut kerana ia adalah jenayah yang memberi kesan trauma. "Kita hendak buat dengan betul-betul turun ke bawah dan pastikan kawasan berlaku kes ragut, rompak dan lain-lain yang memberi gambaran satu realiti di kawasan tertentu yang menyebabkan mereka tak selamat, itu kena ditangani dalam masa terdekat,"

Hishammuddin berkata, beliau sendiri sudah mula turun padang dan memantau dari dekat selain mengarahkan bilik operasi di Bukit Aman dan Kementerian Dalam Negeri diwujudkan. "Saya juga minta Kementerian Belia dan Sukan serta Kementerian Pertahanan yang boleh bantu dengan menjemput sama pelatih Program Latihan Khidmat Negara (PLKN) dan kita juga babitkan Jabatan Penerangan, serta badan-badan beruniform di bawah Kementerian Pelajaran. "Gerakan kesukarelaan dalam konteks membasmi dan mengurangkan jenayah ini adalah tanggungjawab bersama. Kalau kembali kepada konsep 1Malaysia, ini satu perkara yang tidak lihat kepada warna kulit, agama dan ideologi politik, mungkin ini satu perkara yang boleh dilihat dalam pembinaan negara bersatu padu," katanya.

Penulis melihat tindakan yang akan dilakukan oleh KDN merupakan satu tindakan yang tepat dalam menangani isu-isu sosial seperti yang dinyatakan dan dalam hal ini ianya lebih kepada jenayah. Harus diingat bahawa isu jenayah ini bukan sahaja berlaku di kawasan-kawasan panas semata. Kawasan-kawasan lain yang tidak dilabelkan itu perlu juga mendapat perhatian. Ini adalah kerana jenayah yang berlaku dewasa ini adakalanya tidak terancang. Oleh yang demikian apa yang perlu dilakukan adalah pemantauan secara berterusan bukannya bermusim.

Adalah lebih baik dalam usaha ini, disediakan pondok-pondok polis di setiap kawasan atau taman perumahan dan pastikan anggota keselamatan berada di sana 24 jam. Anggota-anggota keselamatan inilah yang akan membuat rondaan dan kawalan di kawasan-kawasan perumahan tersebut. Jika pihak kerajaan boleh mengadakan pondok kawalan polis secara peribadi di kediaman-kediaman VIP, maka rakyat juga perlu mendapat perkhidmatan yang sama tetapi diadakan secara kelompok bukan individu. Sekiranya ini dapat dilakukan, tidak payahlah rakyat atau penduduk di kawasan-kawasan perumahan perlu mengeluarkan wang untuk mengupah pihak RELA atau jaga untuk menjaga kawasan perumahan mereka. Bukankah sepatutnya ini merupakan tanggungjawab pihak KDN?

Pendekatan CCTV seperti yang diuar-uarkan juga merupakan antara pendekatan yang cukup baik. Maklumat yang dirakamkan boleh disalurkan terus ke pejabat-pejabat polis berdekatan atau terus ke pondok-pondok pengawal yang dicadangkan di atas. Lokasi CCTV hanya perlu dipasangkan di tempat-tempat yang strategik. Dalam dunia teknologi ICT yang teramat canggih ini, pendekatan sistem wireless boleh digunakan untuk mengimplementasi pendekatan ini.

Mahu atau tidak, isu jenayah yang berlaku tanpa disedari ini amat menakutkan kita. Penjenayah-penjenayah ini baik dari rakyat tempatan mahu pun pendatang asing, mereka tidak peduli asalkan habuan yang mereka targetkan tercapai. Sebab itulah kadang-kadang ada baik juga penjenayah-penjenayah ini ditembak mati sahaja daripada ditangkap dan dipenjarakan. Jika itu pilihan pekerjaan mereka, maka menjadi pilihan pekerjaan anggota keselamatan untuk menghapuskan mereka.

Walau bagimanapun isu keselamatan rakyat perlulah diutamakan. Masalah jenayah dan kes sosial yang lain perlu ditangani dengan berani dan berterusan. Mengapa perlu menunggu ada kematian barulah tindakan hendak diambil? Bukan isu ini sudah sekian lama menyerang rakyat. Mengapa pihak berwajib tidak mengambil satu tindakan yang drastik. Mengapa perlu menerima arahan dari Menteri barulah hendak dilaksanakan. Pihak keselamatan perlu proaktif dan kreatif dalam usaha membanteras jenayah-jenayah ini. Kita tidak mahu isu-isu ini dijadikan debatan politik yang tidak berkesudahan. Oleh itu segala yang difikirkan memberi manfaat kepada rakyat dalam isu keselamatan ini, janganlah dilewatkan tindakan dan pelaksanaannya.

Friday, July 10, 2009

TERLAJAK PERAHU BOLEH DIUNDUR, TERLAJAK KATA HATTA PERBUATAN BURUK PADAHNYA

  1. Semalam, Manoharan ADUN Kota Alam Shah berkata, beliau enggan memakai pakaian yang beridentiti atau bercirikan kemelayuan walaupun menghadiri majlis rasmi Sultan Selangor, Sultan Sharafuddin Idris Shah, sebagai protes terhadap kerajaan yang enggan memberi status Bumiputera kepada bukan Melayu.
  2. Perlembagaan sudah termaktub siapa Bumiputera dan siapa bukan Bumiputera serta hak keistimewaan Bumiputera ini tanpa mengabaikan hak bukan Bumiputera. Ia sudah dipersetujui oleh semua kaum sebelum ini. Ia sejarah negara dan sebagai Adun sepatutnya dia lebih tahu dan bukan mempertikaikannya. Kerajaan perlu ambil tindakan tegas terhadap mereka yang mempertikaikan Perlembagaan negara dan mencabar hak keistimewaan orang Melayu. Orang Melayu sudah banyak beralah sebelum ini dan kenyataan ini mencabar hak keistimewaan orang Melayu yang sudah dipersetujui semua.
  3. Pakar sejarah dan pemerhati politik, Prof Emiretus Datuk Dr Khoo Kay Kim, menyifatkan Ahli Dewan Undangan Negeri (Adun) Kota Alam Shah, M Manoharan tidak layak menjadi warganegara Malaysia. Beliau berkata, songkok dan baju Melayu sudah diterima sebagai sebahagian daripada pakaian kebangsaan dan ia tidak perlu lagi dipertikaikan oleh mana-mana pihak. "Songkok atau baju Melayu adalah pakaian kebangsaan. Mengapa (Manoharan) berperangai seolah-olah tidak tahu. Kalau seseorang hendak mengadap sultan atau Yang di-Pertuan Agong, perlu pakai songkok dan baju Melayu. Kalau tidak mahu pakai, jangan jadi warganegara atau keluar saja dari Malaysia,"
  4. Sementara itu, Presiden Pertubuhan Pribumi Perkasa Malaysia (Perkasa), Datuk Ibrahim Ali, berkata beliau mengingatkan kepada orang Melayu supaya menginsafi diri mereka kerana kini wujud sekumpulan individu di negara ini yang berani menghina budaya Melayu. Katanya, sikap Manoharan itu menunjukkan sebilangan kecil rakyat di negara ini tidak menghormati orang Melayu walaupun selama ini orang Melayu amat menghormati hak dan kebebasan kaum lain. "Orang seperti ini sebenarnya tidak sedar `di mana bumi dipijak, di mana langit dijunjung'. Bagi diri saya, dia (Manoharan) hendak pakai apa pun pakailah. Kalau tidak mahu berpakaian pun tidak mengapa kerana kalau kita larang pun, kita dianggap tidak menghormati hak kebebasan orang lain dan kalau kita tegur, dianggap tidak demokrasi. "Yang penting, orang Melayu perlu menginsafi diri sendiri kerana kini ada pihak yang mula berani memijak mereka," katanya.
  5. Bagi bekas Setiausaha Biro Penerangan Pemuda Parti Keadilan Rakyat (PKR), Nordin Ahmad, menyifatkan Manoharan biadap dan cuba mencabar hak Bumiputera. Beliau mencabar Menteri Besar Selangor, Tan Sri Khalid Ibrahim, mengambil tindakan terhadap Manoharan yang menentang perlembagaan negara. "Kita juga mahu Penasihat Parti Keadilan Rakyat (PKR), Datuk Seri Anwar Ibrahim, menanganinya," katanya.
  6. Sudah terang lagi bersuluh. Sudah nyata, nak nyata apa lagi. Masalahnya masih ada lagi bangsa melayu yang terus menerus hendak menjadi champion kononnya inilah perjuangan hak kesamarataan. Dulu DAP hendakkan Malaysian Malaysia dan sekarang orang India hendakkan status bumiputera pula. Dari segi permintaan, kedua-duanya membawa kepada pengertian yang sama sahaja.
  7. Apakata kalau orang melayu membuat permintaan berbunyi begini. "Kami orang melayu dan negara ini adalah Tanah Melayu. Maka dengan segala hormatnya dipersilakan keluar dari Tanah Melayu ini kepada mereka-mereka yang bukan melayu dan pulanglah ke negara masing-masing. Orang Cina balik ke negara China, India dan Benggali balik ke negara India". Memang benar apa yang dikata bahawa orang melayu cukup lembut hati dan suka mengalah, kononnya atas dasar perpaduan berbilang bangsa.
  8. Tidak tahulah setakat mana had dan kesabaran perlu dipertahankan. Kebiadapan perlakuan pemimpin Cina dan India termasuk segelintir melayu yang menjadi baruanya semakin menjadi-jadi dan dilihat seolah-olah pemimpin negara tidak berupaya mengawalnya. Perkara ini sebenarnya semakin merungsingkan rakyat kerana sekiranya tindakan segera dan drastik tidak diambil, dikuatiri percikan-percikan api yang dipercikan di sana sini akan mula membakar perasaan dan hati orang melayu. Sekiranya ini berlaku, percayalah amat sukar untuk dihentikan kerana di sinilah akan diperlihatkan diri sebenar orang melayu.
  9. Kita tidak mahu parang mula diasah, keris mula diasapkemenyankan, stanjak mula diacukan, selendang merah mula diujiketatkan, selempang mula diujisangkutkan, gerak dan nafas mula disatukan dan akhirnya bunyi paluan gong dinanti-nantikannya. Sebenarnya kita tidak mahu sehingga sampai ke tahap ini dalam menangani kebiadaban segelintir pemimpin-pemimpin bangsa ini. Dan kita juga tidak mahu sehingga sampai ke tahap apa yang dikatakan dayus.
  10. Sehubungan itu, kita berbalik kepada asas iaitu soal penyatuan orang melayu. Melayu perlu disatukan atas nama Islam sebenarnya. Perlu mencari kepada titik pertemuan ideologi-ideologi yang diperjuangkan. Dengan bahasa mudah kita perlu back to basic. Back to basic ini ialah back to Al-Quran and Hadith. Not just looking at it merely for reciting but to understand each phrases, why it was said that way, what are the messages behind it and a lot more that can be derive. One for all and all for One

Monday, July 6, 2009

WAJAH SEBENAR PARTI DAP

  1. Semalam, akhbar melaporkan, Dr Boo dalam Majlis Pidato Batu Pahat, mendakwa ada perbezaan antara Bumiputera dan bukan Bumiputera menyebabkan wujudnya amalan apartied dalam pentadbiran negara ini. Awal tahun ini, Dr Boo yang juga Ketua Pembangkang DUN Johor, pada sidang DUN berkenaan menyifatkan amalan `Bumiputeraisme' sama dengan dasar aparteid yang pernah dilaksanakan kerajaan kulit putih Afrika Selatan. Hishammuddin berkata, pihak berkuasa sedang mengkaji secara serius untuk mengambil tindakan tegas terhadap Dr Boo kerana ia adalah kali kedua beliau membuat kenyataan sedemikian.
  2. Seterusnya isu parti DAP dengan Kerajaan PAS Kedah. Antara isu yang timbul ialah tindakan meroboh pusat pemotongan babi, kuota 50 peratus hartanah Bumiputera, isu kuil dan tokong yang belum dapat diselesaikan serta lesen menjual babi di Pasar Alor Setar. Pertikaian isu berkenaan membawa kepada tindakan drastik DAP Kedah mengisytiharkan keluar Pakatan Rakyat negeri, minggu lalu.
  3. Sebenarnya sudah terlalu banyak isu-isu sensitif yang sengaja ditonjolkan oleh DAP ini. Kalau kita sorot kembali, sudah terlalu banyak dan sudah cukup memadai untuk kita katakan bahawa DAP sebenarnya adalah sebuah parti racist. Inilah satu-satunya parti yang secara terang-terangan cukup anti dengan bangsa melayu. Walaupun terdapat segolongan kecil ahli-ahlinya berbangsa lain tetapi hakikatnya parti ini adalah kepada memperjuangkan bangsa cina semata-mata.
  4. Dua isu terkini yang dipaparkan di atas sebenarnya ditujukan kepada siapa? Jelasnya kepada pihak pemerintah dan pemerintah adalah berbangsa apa, kalau tidak melayu. Kebiadaban parti DAP terhadap orang melayu sudah melampaui batas. Mereka duduk dalam Pakatan Rakyat pun hanya berpura-pura sahaja yang bertujuan untuk menghuru-harakan orang melayu sahaja. Memang wajar pihak kerajaan mengambil tindakan yang drastik terhadap mana-mana pemimpin DAP yang terlalu kurang ajar ini.
  5. DAP memang tidak akan berubah selagi matlamat mereka untuk menghancurkan orang melayu tidak berjaya. Mereka akan menggunakan apa sahaja pendekatan untuk menjayakan misi dan matlamat mereka hatta menggunakan orang melayu sendiri dan tidak menghormati institusi Raja Melayu. Cuba perhatikan apa yang berlaku di Perak. Siapa yang menjadi kuda tunggangan dan budak suruhan mereka. Semuanya orang melayu. Siapa yang sanggup baring di jalanraya menghalang kenderaan DiRaja sehingga sanggup mengaibkan pihak Istana Perak? Mereka tidak sekali-kali akan meletakkan maruah mereka sehingga ke tahap itu. Yang sanggup menjadi baruanya ialah orang melayu.
  6. Pihak kerajaan perlu melakukan sesuatu terhadap pemimpin-pemimpin DAP ini. Kebiadaban mereka boleh mengundang kepada ketidaketenangan bangsa melayu. Kita sudah lama bermain sorong tarik dengan parti ini. Sudah sampai masanya untuk kita tarik habis atau sorong habis muka-muka ini. Mereka sebenarnya sengaja dengan celupar mempersenda-sendakan orang melayu. Mereka bersikap kurang ajar kepada kita saban hari. Cuba kita pergi ke kedai-kedai cina dan perhatikan layanan yang diberikan kepada kita. Rasakan sendiri pengalaman berurus niaga dengan mereka. Perhatikan cara, gaya dan air muka mereka semasa urus niaga dijalankan.
  7. DAP adalah sinonim dengan orang cina. Tidak terdapatnya perbezaan dengan MCA mahupun GERAKAN. "Cina tetap Cina", itulah kata-kata yang sering saya dengar sejak dari zaman kanak-kanak lagi. Walau sejauhmana mereka berbuat baik kepada kita percayalah 60-70 peratus hatta 100 peratus perasaan benci kepada kita tetap ada di dalam diri mereka. Mereka akan berkawan dengan kita sekiranya ada kepentingan. Pure friendship mungkin ada dalam sekitar tidak melebihi 5 peratus sahaja. Mereka cukup hebat dan pandai berpura-pura dan bermuka-muka dengan kita.
  8. Mereka ini cukup takut sekiranya kesemua orang melayu bersatu tanpa mengira fahaman politik dan sebagainya. Mereka akan terus menyusun strategi dan langkah untuk memastikan bangsa kita berpecah dan berpuak-puak. Strategi divide and rule ini mereka akan pegang dan gunakan pada setiap masa. Kalau diperhatikan sekarang, strategi yang mereka gunakan sudah berjaya menampakkan hasilnya. Cuba perhatikan pergolakan antara melayu UMNO, PAS dan PKR. DAP cukup takut dan gentar sekiranya isu kerajaan perpaduan menjadi realiti dalam jangkamasa terdekat ini. Mereka akan cuba menghalang dengan menggunakan pendekatan paling lembut dan halus.
  9. Ramai yang mengatakan bahawa DAP, MCA dan GERAKAN adalah senada dan seirama. DAP bergerak sebagai pembangkang manakala dua lagi bergerak di dalam kerajaan. Mereka bergerak ke arah Malay..si..aa (melayu mati lah). Mereka akan terus mencabar kedaulatan bangsa melayu seperti yang terkandung di dalam Perlembagaan Negara.
  10. Memang kita cuba mengelakkan daripada berlakunya tragedi 13 Mei. Mereka sebenarnya sengaja hendak kita cetuskan tragedi serupa itu, supaya mereka boleh memberitahu dunia bahawa mereka dianiaya di negara mereka sendiri. Sekiranya itu berlaku, mereka akan mendapat pengiktirafan dari masyarakat antarabangsa dan tidak mustahil mereka akan mendapat sebahagian wilayah tanah melayu ini sepertimana berlakunya di negara-negara lain di dunia ini. Walaupun nampaknya tidak logik kepada akal tetapi apakah mustahil perkara sebegini rupa tidak boleh berlaku pada satu hari nanti.

Tuesday, June 30, 2009

KISAH SEEKOR ULAT

  1. Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud a.s. sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu. Lalu Nabi Daud a.s. berkata pada dirinya, "Apa yang dikehendaki Allah s.w.t. dengan ulat ini?" Sebaik sahaja Nabi Daud selesai berkata begitu, maka Allah s.w.t. pun mengizinkan ulat merah itu berkata-kata. Lalu ulat merah itu pun mula berkata-kata kepada Nabi Daud a.s. "Wahai Nabi Allah! Allah s.w.t. telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca 'Subhanallahu walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar' setiap hari sebanyak 1000 kali dan pada malamnya Allah s.w.t. mengilhamkan kepadaku supaya membaca 'Allahumma solli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim' setiap malam sebanyak 1000 kali.
  2. Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud a.s. "Apakah yang dapat kamu katakan kepadaku agar aku dapat faedah darimu?" Akhirnya Nabi Daud menyedari akan kesilapannya kerana memandang remeh akan ulat tersebut, dan dia sangat takut kepada Allah s.w.t. maka Nabi Daud a.s. pun bertaubat dan menyerah diri kepada Allah s.w.t. Begitulah sikap para Nabi a.s.apabila mereka menyedari kesilapan yang telah dilakukan maka dengan segera mereka akan bertaubat dan menyerah diri kepada Allah s.w.t.
  3. Kisah-kisah yang berlaku pada zaman para nabi bukanlah untuk kita ingat sebagai bahan sejarah, tetapi hendaklah kita jadikan sebagai teladan supaya kita tidak memandang rendah kepada apa sahaja makhluk Allah s.w.t. yang berada di bumi yang sama-sama kita tumpangi ini.
  4. Apa yang sebenarnya hendak disampaikan kepada kita melalui kisah seekor ulat? Kalau boleh disimpulkan mungkin ianya berbunyi begini iaitu masing-masing mempunyai peranan dan role play yang perlu dimainkan. Dalam perjalanan tugas masing-masing mungkin kita akan melakukan kesilapan dan wajarlah kita mengakui kesilapan itu. Setiap makhluk yang dijadikan Allah semuanya adalah bersebab. Masing-masing mempunyai peranan, kekuatan dan tanggungjawab untuk memakmurkan alam ini. Kalau itulah yang menjadi pemangkinnya, dalam konteks kehidupan kita, mengapa tidak kita gabungkan kekuatan-kekuatan itu ke arah pembentukan insan yang mulia. Dalam konteks negara bangsa (Melayu Islam) mengapa kita sebagai bangsa melayu yang seagama tidak mahu bergabung untuk meletakkan kembali ke landasan yang diperjuangkan iaitu memartabatkan islam dan bangsa melayu.
  5. Walaupun kisah di atas itu kecil sahaja kelihatannya tetapi kalau direnungkan secara mendalam, cukup besar ilmu yang hendak disampaikan kepada kita. Dari kecil menjadi besar. Bila sudah menjadi besar kita kata kita punya dan menjadikan kita cukup besar. Bagi Allah s.w.t yang kita rasakan besar kepada kita itu adalah terlalu kecil bagiNya.

Monday, June 15, 2009

WAJIB MEMPERTAHANKAN BANGSA MELAYU

  1. Apakah yang akan terjadi kepada negara kita setelah PRU13 nanti? Adakah BN yang diterajui UMNO mampu mempertahankannya atau sudah sampai masanya parti pembangkang mengambil alih tampuk pemerintahan negara. Inilah yang menjadi fokus dan tumpuan parti-parti politik dalam menentukan kredebilti mereka untuk dicanangkan kepada rakyat agar menyokong ideologi dan perjuangan parti masing-masing.

  2. Isu ini bukan sahaja menjadi topik perbincangan di kedai-kedai kopi malahan juga di pejabat-pejabat. Tidak kira sama ada dari golongan profesional mahupun golongan marhaen. Masing-masing akan membicarakan sama ada parti-parti yang ada masih relevan atau pun tidak terutamanya kepada parti yang memperjuangkan nasib bangsa melayu.

  3. Pelbagai isu dimanipulasikan oleh setiap parti politik yang kesemuanya dilihat bukan untuk memperjuangkan ideologi parti tetapi lebih kepada keutamaan peribadi pemimpin parti. Tidak kira baik daripada parti pemerintah mahu pun yang menjadi pembangkang. Walau apa sekalipun matlamat perjuangan parti, khususnya kepada parti yang mana ahli-ahlinya adalah bangsa melayu, "KITA WAJIB MEMPERTAHANKAN BANGSA KITA IAITU BANGSA MELAYU YANG BERAGAMA ISLAM" sama ada kita suka atau pun tidak.

  4. Apakah Tuan Guru Nik Aziz sanggup melihat melayu islam merempat mengemis di negara sendiri? Apakah pemimpin-pemimpin UMNO yang ada sekarang sanggup membiarkan bangsa melayu menjadi bangsa asing di negara sendiri? Apakah PAS hanya hendak memperjuangkan agama islam semata-mata sehingga sanggup mengadaikan nasib bangsa melayu? Apakah teknorat-teknorat melayu yang hidup mewah di bawah payung UMNO tidak mempunyai hati perut untuk turut membela nasib bangsa melayu?

  5. Bangsa melayu mesti bersatu sepertimana bersatunya bangsa minoriti Cina dan India. walaupun mereka berlainan parti tetapi sebenarnya mereka ini cukup bersatu hati. Sudah banyak isu yang menguji kesepaduan bangsa-bangsa minoriti ini tetapi kita masih lagi tidak mahu menyedarkan diri kita. Mereka bersatu semata-mata untuk menentukan survival mereka walau dengan apa cara sekalipun. Atas kebodohan segelintir melayu ini mereka mengambil kesempatan. Segala kekayaan negara menjadi hak milik mutlak bangsa-bangsa ini baik dari segi pemonopolian industri perniagaan hatta kepada hak milik tanah-tanah orang melayu yang mereka sudah beli. Inilah tanah-tanah kepunyaan melayu yang dijual oleh segelintir melayu yang sudah lupa kepada asal usul. Apa yang dikejar adalah wang ringgit semata-mata. Ada juga yang beralasan tidak mahu tinggal di kampung-kampung dan lebih berbangga menetap de bandar-bandar besar hasil jualan tanah peninggalan datuk nenek mereka turun temurun. Kemana orang melayu hendak pergi selepas ini selepas kesemua tanah-tanah melayu sudah tergadai?

  6. Menjadi kewajipan para pemimpin di semua lapisan untuk menyedarkan kepada golongan melayu yang dungu lagi bebal ini tentang hak dan penjagaan tanah kepunyaan melayu. Pihak kerajaan pula jangan sewenang-wenang hendak merenggut tanah kepunyaan melayu ini atas nama pembangunan dan sebagainya. Mengapa tidak dibuat pembangunan di atas tanah dalam hutan-hutan belantara yang ada sekarang. Mengapa perlu dikacau kehidupan orang melayu di atas tanah kepunyaan mereka sendiri? Sekiranya melayu benar-benar bersatu, isu seperti ini mampu di atasi bersama.

  7. Untuk itu kesemua pemimpin tertinggi dalam UMNO perlu turun padang dan bertemu dengan akar umbi. Perlu turun ke bawah dan mengakui kelemahan dan kesilapan yang telah mereka lakukan terhadap orang melayu khususnya. Dalam keadaan getir sebegini rupa lupakanlah masalah pangkat dan kedudukan. Tinggalkanlah gelaran Dato/Tan Sri/YB di pejabat bukan di rumah. Penulis telah mengingatkan berkali-kali agar pemimpin-pemimpin ini perlu bersikap low profile. Ini juga terpakai kepada para isteri mereka begitu juga anak-anak dan adik beradik. Warga pemimpinlah yang perlu menggerakkan proses penyatuan ini di samping menyedarkan masyarakat melayu yang semakin parah ini. Apa guna menjadi pemimpin kalau tidak tahu apa itu kepimpinan.

  8. Pemimpin-pemimpin melayu yang ada sekarang perlu sedar dan ingat bahawa kedudukan, pangkat dan harta yang mereka kecapi sekarang adalah datang dari penat lelah siapa? Siapa yang bersusah payah, bersengkang mata, bergaduh dan sehinggakan ada yang bercerai berai demi memastikan melayu-melayu ini menjadi pemimpin? Sebab itulah para pemimpin mesti kembali kepada mereka-mereka yang membantu mereka sehingga mereka berada pada tahap sekarang.

  9. Dalam hal tanah itu tadi, adalah menjadi kewajipan golongan melayu elit menebus kembali tanah-tanah yang telah menjadi hak milik kaum Cina sekarang ini. Bayangkan dari Johor Bahru ke Muar, boleh dikatakan sudah 90 peratus tanah melayu menjadi hak milik bangsa Cina. Ini belum dilihat tentang kedudukan tanah di Selangor, Perak, Pahang, Kelantan dan Terengganu. Bahkan negeri-negeri lain juga tidak terkecuali. Apalah salahnya jika tanah itu direbut kembali dengan menggunakan kekayaan yang ada pada melayu elit dan diberikan kepada golongan yang tidak berkemampuan. Contohnya bekas-bekas tentera dan polis yang kesemua ini mendapat pencen tidak melebihi seribu ringgit sebulan. Apatah lagi tentang aspek-aspek kebajikan yang tidak sampai kepada mereka.

  10. Tindakan-tindakan drastik ini perlu dilakukan dengan segera oleh kerajaan sekiranya mereka hendak memenangi hati orang melayu dalam ertikata mempertahankan hak dan kepentingan orang melayu. Ini adalah antara pendekatan yang boleh digunapakai untuk tujuan bersatu. Dengan ertikata lain, dalam kita hendak menyeru kepada pernyatuan ini, bangsa melayu perlu dibantu kebajikan mereka. Kita tidak boleh tunggu dengan lebih lama lagi kerana keadaan sekarang tidak mengizinkan. Setiap di antara kita perlu sedar bahawa keadaan orang melayu berada di dalam keadaan cukup getir dan amat membimbangkan. Gerakkan untuk menghilangkan kedaulatan melayu yang diseludup masuk menerusi bangsa melayu sendiri kelihatan semakin rancak dilaksanakan. Bangsa sendiri sahaja yang berupaya menenggelamkan bangsanya dibantu oleh bangsa-bangsa lain yang sudah pasti.

Sypmtom Checker

loading...